Jumat, 15 Mei 2020
Sabtu, 09 Mei 2020
LISTRIK STATIS
A. MUATAN LISTRIK DAN GAYA COULOMB
Pernahkah
saat kecil Anda memainkan sebuah penggaris bersama potongan kertas kecil hasil
sobek-sobek kemudian menggosok-gosokan penggaris tersebut ke rambut atau kulit
kemudian didekatkan ke potongan kertas kecil tadi? yang terjadi kertas kecil
akan terangkat ke penggaris yang baru saja digosok-gosok. Kenapa bisa terjadi
seperti itu? itu karena terdapat muatan listrik di kejadian tersebut, mari kita
bahas pengertian, rumus, contoh soal, dan penerapannya.
Listrik
statis adalah kumpulan muatan listrik dalam jumlah
tertentu yang tetap (statis), ketidakseimbangan muatan listrik di dalam
atau permukaan benda. Muatan listrik akan tetap ada sampai benda kehilangan
dengan cara sebuah arus listrik melepaskan muatan listrik.
Benda yang mempunyai muatan yang
sejenis akan saling tolak-menolak ketika didekatkan satu sama lain, sebaliknya
benda yang mempunyai muatan yang berbeda akan saling tarik-menarik. Interaksi
yang terjadi antar muatan listrik bisa dijelaskan dengan Gaya Coulomb
Rumus Hukum Coulomb
Secara matematis, persamaan Hukum Coulomb dapat dituliskan sebagai berikut :
Keterangan
·
F adalah gaya tarik menarik atau tolak
menolak (N)
·
k adalah konstanta pembanding yang
nilainya 9x109 Nm2/C2
·
q1 adalah muatan pertama
(C)
·
q2 adalah muatan kedua (C)
·
r adalah jarak antar muatan (m)
B. KUAT MEDAN LISTRIK DAN
FLUKS LISTRIK
1.
MEDAN
LISTRIK PADA BOLA KUNDUKTOR
Arah
medan listrik dari sebuah benda bermuatan listrik bisa digambarkan dengan
garis-garis gaya listrik. Sebuah muatan positif mempunyai garis gaya listrik
menjauhi (keluar) dari muatan tersebut. Dan sebuah muatan negatif mempunyai
garis gaya listrik mendekati (masuk) muatan negatif.
Contoh Soal :
1. Sebuah
titik bermuatan q berada di titik P dalam medan listrik yang ditimbulkan oleh
muatan (+) sehingga mengalami gaya sebesar 0,05 N dalam arah menuju muatan
tersebut. Jika kuat medan di titik P besarnya 2 x 10 –2 NC –1,
tentukan besar dan jenis muatan yang menimbulkan medan listrik tersebut !
Pembahasan
Diketahui
:
Gaya listrik (F) = 0,05 N
Kuat medan listrik (E) = 2 x 10 –2 NC
–1 = 0,02 NC –1
Ditanya :
Besar dan jenis muatan yang menimbulkan medan
Jawab :
Muatan
listrik dihitung menggunakan rumus yang menyatakan hubungan antara gaya listrik
(F), medan listrik (E) dan muatan listrik (q) :
Muatan
q mengalami gaya listrik dalam arah menuju muatan (+) yang menimbulkan medan
listrik, sehingga muatan q bertanda negatif.
2. Jarak
dua muatan A dan B adalah 4 m. Titik C berada di antara kedua muatan berjarak 1
m dari A. Jika QA = –300 μC, QB = 600 μC. 1/4 π ε0
= 9 × 109 N m2 C–2 , tentukan kuat medan
listrik di titik C pengaruh dari kedua muatan tersebut !
Pembahasan
Diketahui :
Jarak antara
muatan A dan B (rAB) = 4 meter
Jarak antara
titik C dan muatan A (rAC) = 1 meter
Jarak antara
titik C dan muatan B (rBC) = 3 meter
Muatan A (qA)
= –300 μC = -300 x 10-6 C = -3 x 10-4 Coulomb
Muatan B (qB)
= 600 μC = 600 x 10-6 C = 6 x 10-4 Coulomb
Konstanta
(k) = 9 × 109 N m2 C–2
Ditanya : kuat medan listrik di titik C
2. MEDAN LISTRIK PADA KEPING-KEPING
SEJAJAR
Pada dua keping sejajar yang mempunyai muatan listrik sama, tetapi berlawanan jenisnya, antara kedua keping tersebut terdapat medan listrik homogen. Di luar kedua keping juga terdapat medan listrik yang sangat kecil jika dibandingkan dengan medan listrik di antara kedua keping, sehingga dapat diabaikan, seperti pada Gambar
Jika luas keping A, masing-masing keping bermuatan +q dan -q, medan listrik dinyatakan oleh banyaknya garis- garis gaya, sedangkan garis-garis gaya dinyatakan sebagai jumlah muatan yang menimbulkan garis gaya tersebut (Hukum Gauss). Muatan listrik tiap satu satuan luas keping penghantar didefinisikan sebagai rapat muatan permukaan diberi lambang σ (sigma), yang diukur dalam C/m2.
3 . FLUKS LISTRIK
Pada dua keping sejajar yang mempunyai muatan listrik sama, tetapi berlawanan jenisnya, antara kedua keping tersebut terdapat medan listrik homogen. Di luar kedua keping juga terdapat medan listrik yang sangat kecil jika dibandingkan dengan medan listrik di antara kedua keping, sehingga dapat diabaikan, seperti pada Gambar
Jika luas keping A, masing-masing keping bermuatan +q dan -q, medan listrik dinyatakan oleh banyaknya garis- garis gaya, sedangkan garis-garis gaya dinyatakan sebagai jumlah muatan yang menimbulkan garis gaya tersebut (Hukum Gauss). Muatan listrik tiap satu satuan luas keping penghantar didefinisikan sebagai rapat muatan permukaan diberi lambang σ (sigma), yang diukur dalam C/m2.
Contoh :
Sebuah
bola kecil bermuatan listrik 10 μC berada di antara keping sejajar P dan Q
dengan muatan yang berbeda jenis dengan rapat muatan 1,77 x 10-8 C/m2.
Jika g = 10 m/s2 dan permitivitas udara adalah 8,85 × 10-12
C2 /Nm 2, hitung massa bola tersebut!
3 . FLUKS LISTRIK
Pengertian Fluks Listrik
Kata fluks berasal dari kata bahasa latin, fluere, yang artinya
mengalir. Secara harafiah, fluks listrik dapat diartikan sebagai aliran medan
listrik. Kata aliran di sini tidak menunjukkan medan listrik mengalir seperti
air mengalir, tetapi menjelaskan adanya medan listrik yang mengarah ke arah
tertentu. Pada topik Garis-garis medan listrik telah dijelaskan
bahwa medan listrik divisualisasikan atau digambarkan menggunakan garis-garis
medan listrik karenanya fluks listrik juga digambarkan berupa garis-garis medan
listrik. Jadi fluks listrik merupakan garis-garis medan listrik yang melewati
suatu luas permukaan tertentu, sebagaimana dicontohkan pada gambar di bawah.
Rumus Fluks Listrik
Secara matematis, fluks listrik
adalah hasil kali antara medan listrik (E), luas permukaan (A) dan cosinus
sudut antara garis medan listrik dengan garis normal yang tegak lurus
permukaan.
Selasa, 05 Mei 2020
Senin, 04 Mei 2020
ARUS LISTRIK SEARAH (DC)
A. ALAT UKUR LISTRIK
Alat-alat ukur dasar listrik yang sering digunakan adalah
Voltmeter, Ampermeter, Ohmeter. namun ketiga alat ukur itu sering dijadikan
satu dengan nama Multimeter baik yang analog maupun digital dan Osiloskop
B. PENGERTIAN ARUS
LISTRIK SEARAH
Arus listrik searah (Direct Current atau DC) adalah aliran elektron dari
suatu titik yang energi potensialnya tinggi
ke titik lain yang energi potensialnya
lebih rendah.
Arus searah dulu dianggap sebagai arus positif yang mengalir dari ujung
positif sumber arus listrik ke ujung negatifnya. Pengamatan-pengamatan yang
lebih baru menemukan bahwa sebenarnya arus searah merupakan arus negatif
(elektron) yang mengalir dari kutub negatif ke kutub positif. Aliran elektron
ini menyebabkan terjadinya lubang-lubang bermuatan positif, yang “tampak”
mengalir dari kutub positif ke kutub negatif.
Contoh Soal
Arus listrik sebesar
5 A mengalir melalui seutas kawat
penghantar selama 1,5 menit.
Hitunglah banyaknya muatan
listrik yang melalui kawat tersebut!
Penyelesaian:
Diketahui: I = 5 A
t = 1,5
menit = 90 sekon
Ditanya: Q = ... ?
Jawab : Q =
I.t = (5A) (90 s) = 450 C
C. HAMBATAN LISTRIK DAN
BEDAPOTENSIAL
HUKUM OHM
Bunyi Hukum Ohm
Pada dasarnya,
bunyi dari Hukum Ohm adalah :
“Besar arus listrik (I) yang mengalir melalui sebuah penghantar atau
Konduktor akan berbanding lurus dengan beda potensial / tegangan (V) yang
diterapkan kepadanya dan berbanding terbalik dengan hambatannya (R)”.
Dimana :
V = Volt (beda potensial atau tegangan listrik dengan satuan Volt (V))
I = Kuat arus listrik dengan satuan Ampere (A))
R = Hambatan listrik dengan satuan Ohm (Ω))
V = Volt (beda potensial atau tegangan listrik dengan satuan Volt (V))
I = Kuat arus listrik dengan satuan Ampere (A))
R = Hambatan listrik dengan satuan Ohm (Ω))
Contoh Soal
Setting DC
Generator atau Power Supply untuk menghasilkan Output Tegangan 10V, kemudian
atur nilai Potensiometer ke 1 kiloOhm. Berapakah nilai Arus Listrik (I)?
Penyelesaian:
Diketahui: V = 10 V
R = 1
KΩ =
1000 Ω
Ditanya: I
=
... ?
Jawab : I = V / R
I = 10 / 10
I = 1 Ampere
Maka hasilnya adalah 1 Ampere.
I = 10 / 10
I = 1 Ampere
Maka hasilnya adalah 1 Ampere.
Dengan R adalah hambatan kawat atau suatu alat
lainnya, V adalah beda potensial
antara kedua ujung penghantar, dan I
adalah arus yang mengalir.
Hubungan ini (persamaan
(7.2)) sering dituliskan:
V = I . R .................................................................................................................... (1.3)
Contoh Soal
Sebuah
pemanas listrik memiliki hambatan listrik 5 Ω
dan kuat arus listrik 4 A. Berapakah
bedapotensial yang dibutuhkan pemanas tersebut?
Penyelesaian:
Diketahui: R = 5 Ω
I = 4 A
Ditanya: V = ... ? Jawab:
Jawab
: V
= I x R
= 4 x 5
= 20 Volt
D. HAMBATAN JENIS
Kita mungkin menduga bahwa
hambatan yang di- miliki kawat yang
tebal lebih kecil daripada kawat yang tipis, karena kawat yang lebih tebal
memiliki area yang lebih luas untuk
aliran elektron. Kita tentunya juga mem- perkirakan
bahwa semakin panjang suatu penghantar,
maka hambatannya juga semakin besar, karena akan ada lebih banyak
penghalang untuk aliran elektron.
Berdasarkan eksperimen,
Ohm juga merumuskan bahwa hambatan
R kawat logam berbanding lurus dengan panjang l, berbanding
terbalik dengan luas penampang lintang kawat
A, dan bergantung
kepada jenis bahan
tersebut. Secara matematis
dituliskan:
dengan:
R = hambatan kawat penghantar ( Ω )
l = panjang kawat penghantar (m)
A = luas penampang lintang penghantar (m2)
ρ = hambatan jenis kawat penghantar ( Ω .m)
Contoh Soal
Berapakah hambatan seutas kawat aluminium (hambatan jenis 2,65 x 10-8 Ωm) yang
memiliki panjang 40 m dan diameter 4,2 mm?
Penyelesaian:
Diketahui: ρ = 2,65 x 10-8 Ω .m
l = 40 m
Ditanya: R = ... ?
Jawab:
Jenis-jenis
Hambatan Listrik
Berbagai jenis hambatan listrik (Resistor)yang sering
digunakan dalam kehidupan sehari-hari, diantaranya sebagai berikut :
1.
Resistor
Variabel
Variable Resistor adalah jenis Resistor yang
nilai resistansinya dapat berubah dan diatursesuai dengan keinginan. Pada umumnya
Variable Resistor terbagi menjadi Potensiometer, Rheostat dan Trimpot.
Rheostat
Rheostat merupakan jenis Variable Resistor yang
dapat beroperasi pada Tegangan dan Arus yang tinggi. Rheostat terbuat dari
lilitan kawat resistif dan pengaturan Nilai Resistansi dilakukan dengan penyapu
yang bergerak pada bagian atas Toroid
2. Resistor tetap
Perhatikan gambar disamping! Pada resistor tetap, nilai hambatannya disimbolkan dengan warna-warna-warna yang melingkar pada kulit luarnya atau disebut cincin, nilai resistansi dihitung berdasarkan warna cincin pada kulit resistor.
TABEL WARNA RESISTOR
Rangkaian
Hambatan
Pada rangkaian
resistor terdiri dari dua rangkaian yaitu :
a. Rangkaian
Seri
b. Rangkaian
Paralel
A. Rangkaian Seri
Rangkaian seri dapat digambarkan sebagai beriku :
B. Rangkaian Paralel
Rankaian paralel dapat digambarkan sebagai berikut:
E. GAYA GERAK LISTRIK
Gaya
Gerak Listrik dapat timbul dari alat yang memiliki kutub negatif dan kutub
positif yang terpisah. Dua kutub ini disebut terminal. Muatan listrik positif
akan berkumpul di terminal positif. Muatan listrik positif akan berkumpul di
terminal positif. Terminal positif disebut juga dengan anoda, sedangkan
terminal negatif disebut juga dengan katoda.
Baterai dapat dianggap sebagai sebuah baterai ideal dengan gaya gerak
listrik (E) disusun seri terhadap hambatan dalam (r). Tegangan jepit yang
merupakan tegangan luar iR disimbolkan dengan VAB.
Contoh Soal
1.
Empat (4) buah baterai yang masing-masing
memiliki GGL 3V dan mempunyai hambatan dalam 1 Ω dirangkai dengan sebuah lampu
yang berhambatan 8 Ω. Hitunglah kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian
jika baterai dirangkai secara seri!
Jawaban:
Diketahui:
– Jumlah baterai (n) = 4
– Hambatan dalam baterai (r) = 1 Ω
– Gaya Gerak Listrik (ε) = 3 V
– Hambatan Lampu (R) = 8 Ω
Diketahui:
– Jumlah baterai (n) = 4
– Hambatan dalam baterai (r) = 1 Ω
– Gaya Gerak Listrik (ε) = 3 V
– Hambatan Lampu (R) = 8 Ω
Ditanyakan
– Kuat Arus Listrik (i) jika disusun secara seri
– Kuat Arus Listrik (i) jika disusun secara seri
F. DAYA DAN ENERGI LISTRIK
Besarnya energi (W) ketika muatan (elektron) mengalir dengan beda potensial (V) adalah sebagai berikut
energi listrik menjadi cahaya
1.
DAYA LISTRIK
Energi yang diubah oleh peralatan
listrik bila muatan q bergerak melintasi beda potensial sebesar V adalah qV.
Daya P merupakan kecepatan perubahan energi atau energi persatuan waktu dan
dirumuskan sebagai berikut :
Contoh Soal
Sebuah
lampu bertuliskan 40 W/110 V dinyalakan selama 10 menit. Berapakah arus listrik dan energi listrik yang
diperlukan?
G. HUKUM KIRCHOFF
Hukum
Kirchhoff adalah dua persamaan yang berhubungan dengan
arus dan beda potensial (umumnya dikenal dengan tegangan) dalam rangkaian
listrik. Hukum ini pertama kali diperkenalkan oleh seorang ahli fisika Jerman
yang bernama Gustav Robert Kirchhoff (1824-1887) pada tahun 1845.
1. Hukum 1 Kirchhoff
Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa:
“Jumlah arus listrik yang masuk melalui titik
percabangan dalam suatu rangkaian listrik sama dengan jumlah arus yang keluar
melalui titik percabangan tersebut”
1. Hukum 2 Kirchhoff
Jika hukum kirchoff pertama mengulas tentang arus listrik
(pada percabangan) maka hukum kedua mengulas tentang hubungan tegangan dalam
sebuah rangkaian tertutup kemudian disebut dengan “loop“.
Hukum Kirchhoff 1 menyatakan bahwa:
Langganan:
Postingan (Atom)




































































